September 21, 2026

Hadapi Era AI, Tri Adhianto Minta Mahasiswa Tak Hanya Andalkan Gelar Akademik

0
img_6ab09990b39c08.03294065

KOTA BEKASI – Perkembangan artificial intelligence (AI) dan perubahan dunia profesi menjadi salah satu pesan utama Wali Kota Bekasi Tri Adhianto kepada mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah (UM) Indonesia.

Saat memberikan pengarahan dalam kegiatan orientasi mahasiswa baru, Tri mengingatkan bahwa pendidikan tinggi tidak cukup jika hanya berorientasi pada ijazah dan gelar. Mahasiswa perlu membangun kemampuan berpikir kritis, berkomunikasi, bekerja sama, serta cepat beradaptasi dengan perubahan.

“Dunia profesi terus berkembang. AI sudah menjadi bagian dari kehidupan kita. Sebagian pekerjaan bisa diselesaikan dengan teknologi, tetapi AI hanyalah tools. Manusia tetap menjadi pihak yang menggerakkan, menentukan arah dan bagaimana teknologi itu digunakan,” kata Tri.

Menurutnya, kemajuan teknologi seharusnya tidak membuat mahasiswa merasa terancam. Sebaliknya, perkembangan tersebut perlu dijadikan pemicu untuk meningkatkan kualitas diri dan kemampuan yang tidak sepenuhnya dapat digantikan teknologi.

Tri mengatakan proses memasuki perguruan tinggi juga merupakan perubahan penting dalam kehidupan generasi muda. Mahasiswa dituntut lebih aktif menyampaikan pendapat, berdiskusi, serta mengembangkan gagasan dibandingkan ketika masih berada di bangku sekolah.

Kampus, lanjut dia, bukan hanya ruang belajar akademik, tetapi juga tempat membangun pengalaman, jejaring, dan karakter.

“Berpendapat itu penting. Berdiskusi itu penting. Kuliah penting, mendapatkan gelar penting, tetapi mengubah mindset jauh lebih penting,” ujarnya.

Tri juga meminta mahasiswa tidak memaknai keberhasilan sebatas pencapaian pribadi. Menurutnya, kemampuan dan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan idealnya memberikan dampak bagi masyarakat.

Dalam sesi dialog, ia membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk menyampaikan kritik dan gagasan mengenai Kota Bekasi. Tri menegaskan pemerintah harus terbuka terhadap masukan kelompok intelektual muda, termasuk kritik melalui media sosial.

Sebagai bekal menjalani pendidikan, Tri memperkenalkan semangat PETARUNG yang merupakan akronim dari Pejuang, Empati, Tangguh, Amanah, Responsif, Unggul, Nasionalisme, dan Gigih.

Ia berharap mahasiswa UM Indonesia dapat menyelesaikan pendidikan dengan membawa lebih dari sekadar ijazah, yakni karakter, pengalaman, kemampuan berkolaborasi, serta kesiapan menghadapi dinamika dunia kerja dan kehidupan sosial.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *