October 13, 2026

Tiga Hari Meriahkan Pakuwon Mall, BCFM 2026 Perkuat Promosi UMKM dan Desainer Lokal Bekasi

0
Screenshot 2026-10-13 114625

KOTA BEKASI – Pakuwon Mall Bekasi menjadi lokasi penyelenggaraan Bekasi City Fashion Movement (BCFM) 2026 pada 9–11 Oktober 2026. Selama tiga hari, kegiatan tersebut menghadirkan berbagai karya fesyen, produk kreatif, serta pertunjukan seni yang melibatkan pelaku industri kreatif Kota Bekasi.

BCFM 2026 merupakan kegiatan Pemerintah Kota Bekasi bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Bekasi untuk memperkenalkan potensi industri fesyen dan kerajinan lokal kepada masyarakat.

Tidak hanya menghadirkan peragaan busana, BCFM juga memberikan ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mempromosikan produk dan mengembangkan jejaring usaha.

Berdasarkan laporan sementara penyelenggara, nilai transaksi dan pendapatan yang tercatat sepanjang 9–10 Oktober 2026 mencapai Rp334.956.923.

Jumlah tersebut belum merupakan hasil akhir karena penyelenggara masih melakukan rekapitulasi transaksi untuk keseluruhan kegiatan hingga 11 Oktober 2026.

BCFM tahun ini mengangkat tema “Langkah Berani Warisan Lokal di Panggung Juara” serta semangat Sporty and Dynamic – Road to PORPROV 2026.

Melalui konsep tersebut, unsur olahraga turut dihadirkan dalam rangkaian kegiatan fesyen sebagai bagian dari penyambutan Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) XV Jawa Barat 2026.

Salah satu agenda yang dilaksanakan ialah peragaan busana pengurus Dekranasda bersama atlet PORPROV. Kegiatan lainnya meliputi fashion show desainer lokal, perangkat daerah, badan usaha milik daerah (BUMD), sponsor, serta organisasi perempuan.

BCFM 2026 juga memberikan kesempatan kepada penyandang disabilitas untuk berpartisipasi melalui peragaan busana inklusif.

Rangkaian acara semakin beragam dengan kehadiran bazar produk kreatif, kegiatan keterampilan, diskusi, pertunjukan seni budaya, dan hiburan musik.

Ketua Dekranasda Kota Bekasi, Wiwiek Hargono Tri Adhianto, mengatakan bahwa kreativitas masyarakat perlu didukung agar dapat berkembang menjadi kegiatan ekonomi yang memberikan manfaat nyata.

“BCFM bukan hanya tentang menampilkan karya di atas panggung, tetapi bagaimana kreativitas mampu membuka peluang usaha dan memberikan manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat,” kata Wiwiek.

Menurutnya, dukungan terhadap desainer, perajin, dan pelaku UMKM harus terus diperkuat agar produk lokal memiliki daya saing serta peluang memasuki pasar yang lebih luas.

Selain mendorong aktivitas ekonomi, BCFM menjadi sarana memperkenalkan karya dan identitas kreatif Kota Bekasi kepada masyarakat.

Dekranasda Kota Bekasi berharap penyelenggaraan kegiatan tersebut dapat terus dikembangkan sebagai agenda promosi ekonomi kreatif sekaligus membuka peluang kolaborasi baru antara pelaku usaha, komunitas, pemerintah, dan dunia industri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *