CIBEST IPB Perkuat Koperasi Petani Jombang, Hubungkan Produksi dengan Pasar
JOMBANG – Penguatan koperasi menjadi salah satu fokus pendampingan IPB University bagi petani di Desa Sugihwaras, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Melalui Center for Islamic Business and Economic Studies (CIBEST), IPB mendorong kelembagaan petani yang mampu menghubungkan kebutuhan produksi dengan akses pasar dan pengolahan hasil panen.
Sekretaris CIBEST IPB University, Rahmat Yanuar, menyampaikan bahwa koperasi merupakan wadah penting untuk memperkuat posisi petani dalam kemitraan usaha. Hal tersebut disampaikannya dalam Pelatihan Tata Kelola Kelembagaan pada 10 Oktober 2026.
Menurut Rahmat, koperasi yang dikelola secara terstruktur dapat menjalankan berbagai fungsi, mulai dari menjamin kepastian pasar, menghubungkan petani dengan mitra bisnis, hingga membantu mengurangi risiko di lapangan.
“Melalui kelembagaan yang terstruktur, koperasi tidak hanya bertindak sebagai penjamin kepastian pasar dan penghubung mitra bisnis, tetapi juga mampu memitigasi risiko di lapangan, menekan biaya operasional, serta memfasilitasi akses permodalan hingga negosiasi harga terbaik sebelum masa tanam dimulai,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa transparansi dan keterbukaan informasi harus menjadi dasar pengelolaan koperasi. Sebagai lembaga milik bersama, koperasi diharapkan dapat mendukung peningkatan produktivitas serta kesejahteraan anggotanya secara berkelanjutan.
Pendampingan kelembagaan tersebut berjalan bersama kemitraan antara Pondok Pesantren Fathul Ulum, Koperasi Produsen Industri Kreatif Modern, Gapoktan Desa Sugihwaras, dan PT Botani Seed. Kemitraan ini memastikan pasokan benih padi varietas IPB 13S serta IPB 15S bagi petani setempat.
Selain memperoleh benih, petani akan mendapat pendampingan teknis budi daya secara berkala. Dukungan juga mencakup kesiapan sarana pengolahan hasil panen agar kegiatan pertanian terhubung hingga tahap pascapanen.
Kerja sama koperasi dan gapoktan akan diperluas melalui distribusi beras ke jejaring ritel, pemenuhan gabah bagi Unit Bisnis Pondok Pesantren Sunan Drajat Lamongan, serta penyediaan pupuk nonsubsidi dan pupuk cair.
Perwakilan petani, Bahruddin, menyatakan bahwa kepastian benih dan pembeli merupakan dukungan penting bagi petani. Ia berharap kerja sama tersebut berlanjut sehingga koperasi dapat tumbuh mandiri dan membantu meningkatkan taraf hidup warga Desa Sugihwaras.
Sementara itu, Rice Milling Unit (RMU) desa ditargetkan beroperasi penuh pada akhir Oktober 2026. Sarana tersebut dilengkapi vertical dryer berkapasitas 10 ton melalui bantuan Bank Indonesia, jaringan listrik penunjang, dan armada traktor pengolah lahan.
Melalui rangkaian dukungan tersebut, penguatan koperasi diharapkan berjalan seiring dengan peningkatan kapasitas produksi, perluasan pemasaran, serta kesiapan pengolahan hasil pertanian.
