Kadin Bekasi Dorong Pengusaha Lokal Terlibat dalam Penjajakan Kemitraan dengan Tiongkok
KOTA BEKASI – Keterlibatan pengusaha lokal menjadi salah satu perhatian dalam penjajakan kerja sama antara Pemerintah Kota Bekasi dengan delegasi Beijing Digital Economy Enterprises Overseas Innovation Service Base dan Kamar Dagang Jiangsu Indonesia.
Melalui pertemuan di Ruang Rapat Wali Kota Bekasi, peluang kolaborasi dibahas untuk sejumlah bidang, mulai dari ekonomi digital, investasi, perdagangan, hingga sektor strategis lainnya. Kadin Kota Bekasi menyatakan kesiapan membantu mempertemukan calon mitra dari Tiongkok dengan pelaku usaha daerah.
Ketua Kadin Kota Bekasi Qadar Ruslan Siregar mengatakan, hubungan bisnis perlu dibangun berdasarkan kesesuaian sektor dan kebutuhan masing-masing perusahaan. Karena itu, pemetaan pelaku usaha menjadi bagian dari dukungan yang dapat diberikan Kadin dalam menindaklanjuti penjajakan tersebut.
“Kami melihat peluang untuk membangun kemitraan yang lebih terarah antara perusahaan dari Tiongkok dan pengusaha di Kota Bekasi. Kadin siap membantu memetakan pelaku usaha yang relevan, membuka komunikasi antarmitra, serta mendorong agenda business matching agar penjajakan ini memiliki tindak lanjut yang jelas,” ujarnya.
Pria yang akrab disapa QRS itu menjelaskan, kesempatan bagi perusahaan lokal dapat mencakup berbagai bentuk keterlibatan. Pengusaha Kota Bekasi berpeluang menjadi mitra bisnis, pemasok barang dan jasa, distributor, maupun terlibat dalam pengembangan kapasitas industri.
Namun, bentuk kemitraan tersebut perlu disesuaikan dengan kebutuhan bisnis dan kelayakan setiap kerja sama. Komunikasi antarpelaku usaha diperlukan untuk mengetahui peluang yang dapat ditindaklanjuti oleh kedua pihak.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyambut baik kunjungan delegasi tersebut. Ia mendorong agar hubungan kelembagaan yang terbangun dapat berkembang menjadi penjajakan kerja sama yang konkret.
“Kota Bekasi memiliki potensi ekonomi yang perlu terus dikembangkan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. Kami terbuka terhadap peluang kerja sama yang dapat mendorong investasi, memperkuat dunia usaha, menghadirkan inovasi, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Tri.
Menurutnya, bidang yang dapat menjadi sasaran kolaborasi meliputi ekonomi digital, pemanfaatan teknologi, kesehatan, pengelolaan limbah cair, dan penguatan ekosistem usaha lokal. Peluang tersebut perlu diarahkan untuk menjawab kebutuhan pembangunan Kota Bekasi.
Pemkot Bekasi memandang dunia usaha memiliki peran dalam membangun hubungan ekonomi yang berkelanjutan. Kehadiran calon mitra diharapkan dapat memperluas jaringan perusahaan lokal sekaligus membuka kesempatan untuk mengambil bagian dalam rantai pasok industri.
Dalam penjajakan ini, pemerintah memfasilitasi proses sesuai kewenangannya. Sementara itu, Kadin membantu mempertemukan kebutuhan pengusaha lokal dengan calon mitra potensial agar pembahasan kerja sama memiliki arah tindak lanjut yang jelas.
