October 19, 2026

Dari Rekaman Latihan hingga Pencarian Bakat, AI Kian Berperan dalam Olahraga

0
2150040493

OLAHRAGA – Rekaman latihan dan pertandingan kini dapat memberikan bahan evaluasi yang lebih terperinci melalui pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Teknologi tersebut membantu mengolah informasi visual menjadi data pendukung bagi pelatih dalam menilai penampilan atlet.

Sistem berbasis pengenalan gambar mampu melacak pergerakan pemain dan membantu mengidentifikasi pola permainan. Hasil analisisnya dapat digunakan untuk mengevaluasi performa individu maupun tim, kemudian menjadi pertimbangan dalam penyusunan latihan berikutnya.

Perkembangan ini memperluas penggunaan teknologi dalam pembinaan olahraga. Pelatih memperoleh tambahan informasi dari rekaman yang dianalisis, sementara keputusan mengenai kebutuhan latihan tetap memerlukan pemahaman terhadap kondisi dan perkembangan atlet.

Dalam sepak bola internasional, salah satu contoh penggunaannya adalah FIFA AI Pro pada Piala Dunia 2026. Menurut FIFA, perangkat tersebut membantu analis pertandingan dan staf pelatih mengakses data, menyusun laporan, serta menelusuri informasi tentang taktik dan performa.

Pencarian informasi dapat dilakukan dengan pertanyaan menggunakan bahasa sehari-hari. Fitur tersebut mempermudah pengguna dalam menelusuri data pertandingan yang tersedia untuk mendukung pekerjaan analisis.

Pemanfaatan AI juga berkembang dalam penjaringan calon atlet. Komite Olimpiade Internasional atau IOC telah menjalankan inisiatif identifikasi bakat berbantuan AI, termasuk melalui proyek percontohan di Senegal.

Pendekatan tersebut memberikan tambahan informasi mengenai kemampuan fisik peserta. Namun, hasil pengukuran tetap perlu dipertimbangkan bersama pengamatan pelatih serta perkembangan calon atlet selama mengikuti proses pembinaan.

Di arena pertandingan, AI turut mendukung teknologi offside semiotomatis. Pelacakan tubuh pemain dan data pergerakan bola digunakan untuk memberikan peringatan kepada petugas pertandingan saat muncul potensi pelanggaran posisi.

FIFA juga menggunakan avatar tiga dimensi pemain dalam visualisasi keputusan offside pada Piala Dunia 2026. Tayangan tersebut membantu publik mengikuti penjelasan mengenai posisi pemain ketika keputusan diperiksa.

Untuk pembinaan olahraga daerah, penerapan teknologi ini perlu dimulai dari kebutuhan yang jelas. Evaluasi rekaman pertandingan dapat menjadi salah satu pilihan, dengan mempertimbangkan ketersediaan perangkat, kualitas gambar, dan kemampuan pengguna.

Kelengkapan data menjadi faktor penting karena informasi yang terbatas dapat menghasilkan penilaian kurang tepat. Hasil analisis juga membutuhkan konteks agar tidak menimbulkan kesimpulan yang keliru.

Selain kesiapan teknis, organisasi olahraga perlu memperhatikan pengelolaan data pribadi atlet. Tujuan pengumpulan, pihak yang dapat mengakses, serta tanggung jawab penyimpanan harus ditetapkan secara jelas agar teknologi dapat digunakan secara bertanggung jawab.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *