Pemkot Bekasi Dorong Pangan Lokal Jadi Pilihan Utama untuk Perkuat Gizi Keluarga
KOTA BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi terus mendorong masyarakat memanfaatkan bahan pangan lokal sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas gizi keluarga, terutama bagi anak dan balita.
Dorongan tersebut disampaikan dalam kegiatan Lomba Cipta Menu Berdaya Lokal bertema “Menu Emas Harga Pas untuk Balita Sehat: Kreasi Menu B25A Berbasis Ubi dan Protein Nabati” yang digelar melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Bekasi.
Wali Kota Bekasi menilai peningkatan konsumsi protein harus menjadi perhatian bersama karena memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak.
“Konsumsi protein harus terus ditingkatkan. Kita perlu membangun kesadaran bahwa makanan bergizi tidak harus mahal. Dengan memanfaatkan bahan pangan lokal yang mudah didapat, masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan gizi keluarga,” ujarnya.
Selain protein, diversifikasi sumber karbohidrat juga terus didorong. Pemerintah Kota Bekasi sebelumnya mengembangkan penanaman sukun sebagai salah satu alternatif pangan lokal untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan berbasis terigu.
Menurut Wali Kota, pola hidup sehat juga tidak hanya berkaitan dengan jenis makanan. Aktivitas fisik dan kebiasaan sehari-hari memiliki pengaruh besar terhadap kondisi kesehatan masyarakat.
Tingginya konsumsi makanan cepat saji, penggunaan gawai secara berlebihan, serta kurangnya aktivitas fisik menjadi tantangan yang perlu dihadapi melalui edukasi berkelanjutan.
Masyarakat juga diajak kembali mengenal beragam makanan tradisional yang menggunakan bahan segar dan memiliki komposisi gizi seimbang.
Pemerintah Kota Bekasi memastikan program pemenuhan gizi akan dijalankan secara terintegrasi, mulai dari edukasi, ketersediaan bahan pangan hingga pengawasan kualitas makanan.
Pengawasan tersebut juga diterapkan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar menu yang disajikan tetap memenuhi kebutuhan gizi penerima manfaat.
Kreasi menu berbasis pangan lokal dari masyarakat diharapkan dapat dikembangkan dan dipublikasikan sebagai inspirasi menu sehat dengan harga terjangkau.
Pemkot Bekasi juga akan melanjutkan kampanye konsumsi pangan segar melalui program Gebrak Pasar atau Gerakan Kembali ke Pasar. Program tersebut sekaligus menjadi upaya mendukung keberlanjutan pasar rakyat di Kota Bekasi.
