August 2, 2026

PSEL Legok Nangka Mulai Dibangun, Jabar Ubah Sampah Menjadi Energi Listrik

0
IMG-20260801-WA0005-240613738

BANDUNG — Jawa Barat mulai memasuki era baru dalam pengelolaan sampah. Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi memulai pembangunan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Regional Legok Nangka, Kabupaten Bandung.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI Yuliot Tanjung melakukan peletakan batu pertama atau groundbreaking pembangunan proyek tersebut pada Rabu (29/7/2026).

Pembangunan PSEL Legok Nangka menjadi langkah strategis Pemprov Jawa Barat dalam menghadirkan sistem pengelolaan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan. Proyek ini dirancang untuk mengubah sampah yang selama ini menjadi persoalan lingkungan menjadi sumber energi yang memiliki nilai manfaat.

Dedi Mulyadi menegaskan, pengelolaan sampah harus dilakukan dengan pendekatan baru agar tidak lagi menjadi beban bagi masyarakat dan pemerintah.

Menurutnya, melalui teknologi pengolahan sampah menjadi energi listrik, Jawa Barat dapat menghadirkan solusi yang tidak hanya menyelesaikan persoalan lingkungan, tetapi juga mendukung kebutuhan energi bersih.

“PSEL Legok Nangka merupakan komitmen Pemda Provinsi Jabar dalam menghadirkan sistem pengelolaan sampah yang lebih baik. Sampah bukan lagi menjadi beban, tetapi sumber daya yang dapat memberikan nilai tambah melalui energi bersih,” ujar Dedi.

TPPAS Regional Legok Nangka memiliki kapasitas pengolahan sekitar 2.131 ton sampah per hari. Fasilitas tersebut akan melayani enam wilayah di Jawa Barat, yaitu Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Garut, dan Kabupaten Sumedang.

Melalui teknologi waste-to-energy, sampah akan diolah menjadi energi listrik ramah lingkungan sekaligus membantu mengurangi volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir.

Wakil Menteri ESDM RI Yuliot Tanjung mengapresiasi pembangunan proyek tersebut. Ia menilai PSEL Legok Nangka berpotensi menjadi contoh nasional dalam pengembangan energi berbasis pengolahan sampah.

Yuliot menyebut proyek ini akan memberikan dampak berantai, mulai dari penyediaan energi bersih, penciptaan lapangan kerja, peningkatan ekonomi daerah, hingga pengurangan emisi.

Selain dukungan pemerintah pusat, proyek ini juga diperkuat melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dengan dukungan penjaminan investasi dari PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) atau PT PII.

Dengan kolaborasi berbagai pihak, PSEL Legok Nangka diharapkan menjadi infrastruktur hijau yang mampu menghadirkan manfaat lingkungan dan ekonomi secara berkelanjutan bagi masyarakat Jawa Barat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *