October 23, 2026

Meutya Hafid Tekankan Pemerataan Internet, Manfaat Digital Harus Menjangkau Seluruh Indonesia

0
dXBsb2Fkcy8yMDI2LzEwLzE5LzBmY2YyM2EzLWU4NjQtNGM4NS04MDQxLWFjZTA0YjQxZGI5MS5qcGVn

BALI — Pemerataan kualitas internet menjadi salah satu perhatian utama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dalam pengembangan transformasi digital nasional. Akses yang semakin luas dinilai harus disertai layanan yang andal dan terjangkau agar manfaat teknologi dapat dirasakan masyarakat di seluruh wilayah Indonesia.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyampaikan hal tersebut saat membuka Bali Tech Week (BTW) 2026 di Bali Beach Convention Center, Sanur, Bali. Forum yang berlangsung pada 19–23 Oktober 2026 ini menghimpun 13 kegiatan teknologi dengan melibatkan berbagai unsur ekosistem digital.

Menurut Meutya, sekitar 235 juta penduduk Indonesia telah menggunakan internet pada 2026. Angka penetrasinya mencapai 81,72 persen, sedangkan jaringan 4G telah menjangkau 98,96 persen populasi.

Capaian tersebut menjadi dasar untuk melanjutkan pemerataan akses sekaligus memperbaiki mutu konektivitas. Pemerintah masih memiliki pekerjaan untuk memastikan masyarakat yang belum terjangkau dapat memperoleh layanan dan memanfaatkan teknologi sesuai kebutuhannya.

“Kita masih punya pekerjaan rumah. Karena prinsip no one left behind, inklusivitas mengharuskan kita mencapai 100 persen. Kecepatan internet tidak boleh hanya dirasakan saudara-saudara kita di Pulau Jawa, tetapi sampai ke Indonesia bagian timur,” jelas Meutya.

Ia menekankan bahwa manfaat konektivitas harus terlihat dalam kegiatan sehari-hari. Bagi pelaku usaha kecil, internet dapat membuka kesempatan menjangkau konsumen dan pasar baru. Bagi pelajar, layanan yang andal mendukung akses pembelajaran tanpa gangguan.

Sementara bagi masyarakat secara umum, pemanfaatan teknologi diharapkan mempermudah akses terhadap layanan yang sebelumnya sulit dijangkau. Karena itu, pembangunan infrastruktur perlu berjalan searah dengan peningkatan kemampuan pengguna dan pengembangan layanan.

Komdigi merumuskan arah tersebut melalui tiga pilar transformasi digital, yaitu Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga. Pilar Terhubung berfokus pada akses serta kualitas konektivitas, sedangkan Tumbuh diarahkan untuk mengubah pemanfaatan teknologi menjadi produktivitas dan nilai tambah ekonomi.

Adapun pilar Terjaga menekankan keamanan, pelindungan masyarakat, serta kepastian aturan bagi pelaku usaha. Pelaksanaannya mencakup pelindungan anak melalui PP Tunas, penguatan literasi digital, penanganan konten berbahaya, dan pelindungan data pribadi.

Sejalan dengan perhatian terhadap pemerataan akses, hari pertama BTW 2026 mengangkat agenda “Connect the Nation”. Pembahasan menempatkan infrastruktur digital sebagai fondasi untuk memperluas manfaat transformasi teknologi di seluruh Indonesia.

Melalui pertemuan pemerintah, industri, investor, dan perguruan tinggi, Komdigi mendorong pengembangan solusi yang berangkat dari kebutuhan nyata masyarakat. Kemitraan tersebut diharapkan memperkuat infrastruktur sekaligus memastikan konektivitas dapat mendukung kegiatan ekonomi, pendidikan, dan pelayanan publik secara lebih efektif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *