September 21, 2026

Transformasi Wajah Kota, Pemkot Bekasi Kebut Sederet Proyek Infrastruktur Prioritas di Penghujung 2026

0
img_6a9d7f3beb4622.63493387-740x431

KOTA BEKASI – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi terus mematangkan langkah strategis guna mentransformasi infrastruktur dan tata wajah kota. Rangkaian program prioritas telah disiapkan untuk segera dieksekusi, mulai dari pembangunan Flyover Bulak Kapal, revitalisasi kawasan Pasar Baru Bekasi, peningkatan kualitas jalan, hingga modernisasi jaringan utilitas melalui sistem kabel bawah tanah (ducting).

Agenda pembangunan berskala masif tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, seusai menunaikan ibadah salat Jumat di Masjid Jami Nurul Ittihad, Kelurahan Aren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, pada Jumat (11/9/2026). Ia menekankan bahwa deretan proyek fisik ini merupakan jawaban atas tingginya dinamika mobilitas warga serta upaya nyata peningkatan kenyamanan tata ruang kota.

Sektor transportasi dan penguraian kemacetan menjadi salah satu sorotan utama melalui realisasi Flyover Bulak Kapal. Saat ini, Pemkot Bekasi telah sukses menyelesaikan fase krusial yakni pembebasan lahan dengan total alokasi anggaran mencapai Rp120 miliar. Pengerjaan konstruksi fisik dijadwalkan akan dimulai pada Oktober 2026 mendatang. Fasilitas jalan layang ini digadang-gadang mampu menjadi solusi permanen dalam mengurai kepadatan lalu lintas di titik mobilitas tertinggi di Kota Patriot tersebut.

Tidak hanya berfokus pada infrastruktur jalan raya, sektor penggerak ekonomi kerakyatan turut dibenahi secara serius. Di Pasar Baru Bekasi, pemerintah merencanakan relokasi pedagang yang beraktivitas di area luar menuju blok bagian dalam bangunan yang telah diperbarui. Inovasi juga menyentuh area atap (rooftop) pasar yang akan diubah menjadi sentra niaga baru. Guna mengoptimalkan kenyamanan, Pemkot akan menambahkan kanopi pelindung (awning) serta fasilitas lift.

Revitalisasi pasar niaga ini terintegrasi dengan perbaikan aksesibilitas di sekitarnya. Pengaspalan secara menyeluruh akan dilakukan pada Jalan Prof. Moh. Yamin untuk memfasilitasi kelancaran aktivitas niaga pengunjung dan pedagang.

Lebih lanjut, Pemkot Bekasi juga mulai menggalakkan penataan estetika kota lewat relokasi kabel udara. Tahap awal proyek jaringan ducting ini akan disentralkan di wilayah Perumnas 3. Secara bertahap dalam kurun waktu tiga tahun ke depan, kesemrawutan kabel yang menggantung di berbagai ruas jalan ditargetkan dapat direlokasi sepenuhnya ke bawah tanah.

“Penataan berbagai infrastruktur ini bermuara pada satu tujuan, yaitu menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih aman, nyaman, dan sedap dipandang. Kami sangat mengharapkan dukungan penuh dari masyarakat agar proses penataan kawasan ini berjalan lancar. Pembangunan ini tidak sekadar soal konektivitas fisik, tetapi tentang bagaimana kita mendongkrak kualitas ruang hidup sekaligus urat nadi ekonomi warga,” papar Tri Adhianto.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *