July 20, 2026

Tri Adhianto Ajak Sahabat MUI Bersinergi Hadapi Tantangan Sosial dan Pendidikan di Kota Bekasi

0
a3

KOTA BEKASI – Rapat Kerja (Raker) Sahabat MUI yang berlangsung di Asrama Haji Kota Bekasi menjadi ajang memperkuat sinergi antara organisasi kemasyarakatan dengan Pemerintah Kota Bekasi dalam menyusun program kerja yang berdampak bagi masyarakat.

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi wadah konsolidasi internal organisasi, tetapi juga menjadi momentum memperkuat kolaborasi dalam menjawab berbagai tantangan sosial dan pembangunan yang dihadapi Kota Bekasi.

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto dalam sambutannya menyampaikan bahwa berbagai persoalan di tengah masyarakat membutuhkan keterlibatan seluruh pihak. Menurutnya, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan organisasi masyarakat dan elemen warga.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah masih ditemukannya praktik perjudian di sejumlah wilayah, termasuk Bekasi Utara. Selain itu, Tri juga menyinggung fenomena LGBT yang menurutnya perlu mendapat perhatian melalui pendekatan pembinaan dan komunikasi sosial yang tepat.

Tri menegaskan, Sahabat MUI memiliki peran strategis dalam membantu pemerintah membangun kesadaran masyarakat serta memperkuat nilai-nilai sosial dan keagamaan di tengah perkembangan Kota Bekasi.

β€œIni bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tugas kita bersama. Sahabat MUI memiliki peran penting dalam membangun kesadaran masyarakat. Dengan kebersamaan, kita wujudkan Bekasi yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” ujar Tri.

Ia juga mengajak seluruh komponen masyarakat untuk menjaga kekompakan dan memperkuat semangat gotong royong dalam menyelesaikan berbagai persoalan secara bersama-sama.

Selain isu sosial, Tri turut memaparkan tantangan di sektor pendidikan. Ia menyebutkan, Kota Bekasi masih menghadapi keterbatasan ruang belajar karena jumlah siswa dalam satu kelas masih cukup tinggi, mencapai sekitar 40 peserta didik.

Di sisi lain, kebutuhan tenaga pendidik juga masih menjadi perhatian. Pemerintah Kota Bekasi melihat perlunya keseimbangan antara sekolah negeri dan swasta, mengingat sebagian sekolah swasta memiliki tenaga pengajar yang cukup namun menghadapi keterbatasan jumlah peserta didik.

Pemkot Bekasi juga terus mendorong program pendidikan sepanjang hayat melalui Sekolah Lansia dengan jenjang pembelajaran S1, S2, hingga S3. Program ini diharapkan dapat memberikan ruang bagi masyarakat lanjut usia untuk tetap aktif, produktif, dan terus mengembangkan diri.

Dalam kesempatan tersebut, Tri turut menyampaikan rencana pembangunan 12 sekolah khusus disabilitas di Kota Bekasi. Rencana itu telah dibahas bersama DPRD Kota Bekasi sebagai bagian dari komitmen menghadirkan layanan pendidikan yang lebih inklusif.

Melalui kerja sama antara pemerintah, organisasi masyarakat, dan seluruh elemen warga, Kota Bekasi diharapkan mampu menghadapi berbagai tantangan pembangunan dengan semangat kebersamaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *